» » » » » » Warga Memilih Liburan di Luar Daerah, Tempat Wisata Bono Di Abaikan Pemerintah Pelalawan

Warga Memilih Liburan di Luar Daerah, Tempat Wisata Bono Di Abaikan Pemerintah Pelalawan

Penulis By on Tuesday, December 29, 2015 | No comments

Riau Book - Warga di Kabupaten Pelalawan memilih untuk meninggalkan daerah itu waktu libur panjang akhir tahun. Mereka berwisata ke luar daerah setelah sejumlah objek wisata di daerah itu malah tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat.

"Kabupaten Pelalawan memiliki sejumlah objek wisata salah satunya seperti obejk wisata gelombang bono dikecamatan Teluk Meranti. Tapi itulah, kondisinya memprihatinkan. Dari tahun ke tahun, pemerintah hanya sibuk inventarasir saja. Jadilah, objek itu tidak jadi-jadi," ujar Rudi (37) warga jalan Pemda kecamatan Pangkalan Kerinci, Minggu (27/12).

Rudi bersama keluarga memilih Sumbar sebagai lokasi menghabis waktu libur bersama keluarganya, karena di sana banyak objek yang bisa dikunjungi dan dikelola dengan baik oleh swasta maupun pemerintah.

"Biar capek sedikit, kita pilih Sumbar sajalah. Ini bukan karena daerah kita tidak punya tempat untuk dikunjungi, tapi kondisinya sejak puluhan tahun sampai kini, begitu-begitu saja," sebutnya.

Ia katakan, sebenarnya lokasi objek wisata Bono di Teluk Meranti bisa menjadi alternatif yang menarik. Tapi karena fasilitas pendukung, terutama infrastruktur jalan bak lumpur saat hujan, menjadikan objek itu tidak terlalu populer meski gaungnya sudah mendunia.

"Meski kehebatan Bono sudah mendunia, namum bagi warga daerah, masih biasa-biasa saja. Hal ini disebabkan fasilitas dan pendukung lainnya sangat menyedihkan. Rasanya mau bersumpah bang saya tidak mau lagi ke sana. Terutama jika jalan ke sana belum diperbaiki. Parah dan sangat parah," katanya.

Begitu pula, sambungnya, Pelalawan juga punya objek wisata Sejarah, yakni Istana Sayap. Tapi, paska kebakaran beberapa tahun lalu sampai sekarang juga belum kunjung selesai dibangun.

"Juga katanya ada Danau Kajuik, ya sekarang kan banjir. Gimana mau ke sana. Makanya warga milih keluar kota. Karena di ibu kota kabupaten sendiri tak ada alternatif lain. Paling anak-anak berenang di kolam renang. Padahal, berapa banyak kontribusi untuk daerah jika objek wisata yang ada dikelola dengan baik, bukan sebatas hayalan. Tapi, kalau sekarang kita seakan menghayal bang. Kononnya banyak objek wisata, tapi tak bisa dinikmati masyarakat. Ya, ramai-ramailah warga menyumbangkan PAD untuk daerah orang," tuturnya.

Ketua Fraksi PAN DPRD Pelalawan Nazar Arnazh mengatakan hal yang sama terkait destinasi daerah, bahwa mestinya masyarakat bisa menjadi tuan di negeri sendiri.

"Pelalawan memiliki banyak potensi, tapi justru kita menyumbang untuk daerah lain. Karena itu tadi, apa yang kita miliki tidak maksimal dikelola. Jadilah, ramai-ramai warga mengisi liburan keluar daerah. Jadi, kita harap kedepannya pengelolaan objek wissata di Bumi Seiya Sekata ini tidak hanya sebatas ucapan lisan semata, tapi dalam bentuk tindakan untuk segera melakukan perbaikannya," pungkas anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pelalawan ini. (MC)

 

IKUTI KABAR TERHANGAT DARI KAMI DENGAN DOWNLOAD APLIKASI BERIKUT, GRATIS

Sumber Berita : Riaubook.com


Follow News : Riau | Kampar | Siak | Berita Riau
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Orang kritis pasti komentar !!!
Semoga Blog Bisnis Online ini bermanfaat, Silahkan sharing melalui komentar Blog Bisnis Online. Komentar SPAM mohon ma'af kami hapus...
Terima Kasih