» » » » » » Pos Polisi Dibakar, Puluhan Pemuda di NTT Digebukin dan Dijebloskan ke Penjara

Pos Polisi Dibakar, Puluhan Pemuda di NTT Digebukin dan Dijebloskan ke Penjara

Penulis By on Sunday, December 27, 2015 | No comments

Riau Book -Aksi pembakaran pos polisi di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), berbuntut panjang. Sekitar 20 pemuda di wilayah setempat terluka akibat dianiaya polisi yang bertindak brutal.

Ketua RT 30 Kelurahan Oesapa, Mince Mandala, kepada sejumlah wartawan, Jumat (25/12) petang, mengecam aksi brutal yang dilakukan oleh polisi karena salah satu korban penganiayaan itu adalah anak kandungnya yang bernama Lukas Dethan.

Aksi anarkistis polisi itu, lanjut Mince, terjadi pasca-terbakarnya pos polisi Oesapa. Puluhan pemuda yang tidak tahu-menahu menjadi sasaran amukan polisi.

"Usai pos polisi terbakar, polisi dari Turjawali dengan menggunakan puluhan sepeda motor dan dua mobil masuk ke dalam lingkungan kami dan menyisir semua pemuda di wilayah kami," kata dia.

"Saat itu, bunyi tiang listrik begitu keras sehingga kami yang berada di dalam rumah pun keluar, termasuk anak saya yang sedang bermaingame," kata Mince.

Pada saat anaknya keluar rumah, polisi yang datang secara bergerombol menangkap dan menganiaya anaknya dan puluhan pemuda lainnya. Selain disiksa, para pemuda diseret lalu dibawa ke atas mobil polisi.

Bukan hanya itu, kata Mince, dua orang perempuan, salah satunya adalah istri anggota TNI, ditampar dan dicekik oleh polisi, termasuk juga sejumlah anak kos yang sedang tertidur pulas. Pintu kamar mereka digedor dan ditarik paksa dan dianiaya hingga babak belur.

"Ada juga pemuda yang sedang menunggu bus untuk mudik ke kampungnya juga ikut dipukul polisi. Ada empat pemuda yang luka berat, sedangkan lainnya luka ringan dan lebam," kata Mince.

Mince sempat menegur para polisi agar bisa menghargai dirinya sebagai Ketua RT, tetapi tetap tak digubris.

"Pada saat saya tegur polisi karena anak saya disiksa bersama para pemuda lainnya, polisi malah suruh saya untuk masuk rumah. Saya bilang saya ini Ketua RT dan juga anak polisi, jadi saya tidak takut sama kalian dan mau mati pun saya tidak takut," ujar Mince.

Saat ini, kata Mince, anaknya bersama para pemuda lainnya masih ditahan di sel Mapolres Kupang Kota untuk menjalani pemeriksaan lanjutan."Tadi saya kunjungi anak saya, dia bilang, 'mama tolong doa kasih saya dulu.' Saya juga meminta polisi untuk keluarkan anak saya dari sel sekarang karena dia tidak bersalah," katanya.

Akibat tindakan brutal polisi itu, Mince mengaku tak bisa merayakan Natal tahun ini dengan baik.Dia berharap pimpinan polisi segera bersikap dan menindak tegas anggota yang telah meresahkan warga.

IKUTI KABAR TERHANGAT DARI KAMI DENGAN DOWNLOAD APLIKASI BERIKUT,GRATIS

Sumber Berita : Riaubook.com


Follow News : Riau | Kampar | Siak | Berita Riau



[caption id="attachment_305" align="aligncenter" width="728"]pos polisi dibakar Pos polisi yang dibakar massa di Nusa Tenggara Timur. Kompas.com[/caption]

Menurut dia, polisi seharusnya bersikap baik terhadap warga dengan melakukan pendekatan secara persuasif sehingga warga pun bisa menerima dengan baik.

"Terhadap kejadian ini, kami meminta kepada Pak Kapolri dan Kapolda NTT untuk menindak tegas anggota polisi dari Polres Kota, khususnya Turjawali, yang bertindak seperti preman dan tak berperikemanusiaan," katanya.‎

Sementara itu, Kapolres Kupang Kota AKBP Budi Hermawan membantah telah melakukan perbuatan tersebut. Dia mengatakan, tindakan yang sudah dilakukan oleh anggotanya itu sudah sesuai dengan prosedur tetap guna mengamankan situasi yang tidak kondusif.

"Mereka (para pemuda Oesapa) malam itu kebut-kebutan dan bikin tiga arena trek-trekan. Anggota pos pengamanan yang berjaga di Pos Polisi Oesapa sudah menegur para pemuda secara berulang-ulang tapi tidak berhenti, malah semakin menjadi-jadi dan mereka mengejek anggota, bahkan melempari anggota dengan batu," beber Hermawan.

Anggota pos pengamanan, lanjut Hermawan, lalu meminta bantuan aparat dari Polsek Turjawali yang saat itu lagi membereskan trek-trekan di tempat lain.Tak berapa lama kemudian, personel dari Turjawali pun turun dan mengamakan dua unit sepeda motor karena menggunakan knalpotracing.

Aparat Polsek Turjawali yang berjumlah 10 orang dan anggota pos pengamanan berjumlah lima orang kemudian dilempari sehingga terjadi saling baku lempar antara pemuda dengan polisi.

Karena saat itu jumlah pemuda sangat banyak dan polisi sedikit, maka polisi kemudian mundur. Pada saat mundur itulah, para pemuda bersama warga menyerang Pos Polisi dan merusak serta membakar bangunan itu.

Bahkan, kata Hermawan, ada anggota yang melarikan diri dan sepeda motornya dibakar massa.Bantuan dari anggota polisi yang datang beberapa saat kemudian, lalu mengejar para pemuda tersebut dengan menyisir ke sejumlah titik dan berhasil menangkap beberapa orang pemuda.

"Ya, namanya kantornya di rusak tentunya anggota akan bertindak seperti itu dan secara tegas kita amankan para pemuda. Sudah empat orang pemuda yang ditahan di dalam sel Mapolres Kota Kupang, dan mereka sekarang sedang diperiksa secara intensif," kata Hermawan. (kompas.com)

IKUTI KABAR TERHANGAT DARI KAMI DENGAN DOWNLOAD APLIKASI BERIKUT,GRATIS

Sumber Berita : Riaubook.com


Follow News : Riau | Kampar | Siak | Berita Riau
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Orang kritis pasti komentar !!!
Semoga Blog Bisnis Online ini bermanfaat, Silahkan sharing melalui komentar Blog Bisnis Online. Komentar SPAM mohon ma'af kami hapus...
Terima Kasih