» » » » » » Persoalan Dana Pungutan BBM Sebagai Stabilitas Harga

Persoalan Dana Pungutan BBM Sebagai Stabilitas Harga

Penulis By on Tuesday, December 29, 2015 | No comments

Riau Book - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil mengaku, pemerintah mendorong upaya untuk menjaga stabilitas harga BBM. Dalam menjaga ketahanan energi, pemerintah menerapkan dana pungutan yang salah satunya bertujuan menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok minyak tersebut.

Menurutnya, dana ketahanan energi akan digunakan apabila terjadi kenaikan harga minyak dunia.Â

"Jadi, kalau nanti naik (harga minyak dunia) tidak serta merta naik (harga BBM). Kalau turun juga tidak serta merta turun," ujar Sofyan di kantornya, Jakarta, Senin (28/12/2015).Â

Dijelaskan Dia, selain dana itu akan digunakan untuk menjaga stabilitas harga BBM, dana tersebut juga digunakan untuk mengembangkan energi terbarukan.

Sofyan pun menilai jika Indonesia terlambat dalam menerapkan model kebijakan yang demikian. Kata Syofan, di berbagai negara-negara luar masyarakat harus membayar pajak karbon pada setiap pembelian BBM. Sedangkan di Indonesia pajak yang ditarik hanya pajak pertambahan nilai.Â

Diketahui, pungutan dana ketahanan energi rencananya akan diterapkan mulai 5 Januari 2016 berbarengan dengan penurunan harga BBM. Dana tersebut diambil dengan menjual lebih mahal harga BBM dari harga keekonomian.Â

Menteri ESDM Sudirman Said sebelumnya menjelaskan, harga BBM jenis premium seharusnya turun menjadi Rp 6.950 per liter, namun karena ada pungutan dana ketahanan energi, harga premium hanya turun menjadi Rp 7.150 per liter atau ada pungutan Rp 20 per liter. Sedangkan pungutan dana ketahanan energi dari solar sebesar Rp 300 per liter. Ojin

IKUTI KABAR TERHANGAT DARI KAMI DENGAN DOWNLOAD APLIKASI BERIKUT, GRATIS

Sumber Berita : Riaubook.com


Follow News : Riau | Kampar | Siak | Berita Riau
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Orang kritis pasti komentar !!!
Semoga Blog Bisnis Online ini bermanfaat, Silahkan sharing melalui komentar Blog Bisnis Online. Komentar SPAM mohon ma'af kami hapus...
Terima Kasih