» » » » » Harga BBM Turun, Diminta Jangan jadi Ajang Pencitraan

Harga BBM Turun, Diminta Jangan jadi Ajang Pencitraan

Penulis By on Sunday, December 27, 2015 | No comments

Riau Book -Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Satya Widya Yudha mengatakan, naik dan turunnya bahan bakar minyak (BBM) merupakan suatu hal yang wajar. Dia meminta pemerintah konsisten dengan periodisasi evaluasi harga, yaitu per tiga bulan atau enam bulan sesuai kesepakatan dengan DPR.

"Jangan menurunkan atau menaikkan di luar kesepakatan periodisasinya, atau hanya didorong oleh pencitraan. Hal ini akan membingungkan masyarakat," kata Satya menanggapi rencana pemerintah menurunkaan harga BBM.

Satya mengatakan, sesuai dengan perintah Undang-undang Dasar 1945, pemerintah tidak menganut sistem ekonomi pasar.

Menurut dia, ada saatnya pemerintah memberikan subsidi sehingga harga BBM menjadi lebih rendah dibandingkan harga aktual (dunia).

"Adakalanya juga rakyat mensubsidi pemerintah, sehingga harga BBM-nya lebih tinggi dari harga rata-rata aktual (dunia)," ujar Satya.

Atas dasar itu, Satya meminta pemerintah transparan dan konsisten dalam evaluasi kebijakan harga BBM sehingga tidak membingungkan masyarakat.

[caption id="attachment_328" align="alignleft" width="300"]bbm-turun Ilustrasi. Net[/caption]

Hal senada disampaikan Direktur Reforminers Institute Priagung Rakhmanto. Ia menilai bahwa penurunan harga BBM jenis Premium dan Solar yang tak signifikan per 5 Januari 2016 nanti sebenarnya bemula dari inkonsistensi pemerintah mengevaluasi harga.

"Pada saat harga naik tidak dinaikkan, tapi Pertamina disuruh menanggung. Ini kan tidak pada tempatnya, harusnya kan APBN yang nanggung," kata Priagung, Jumat (25/12).

Inkonsistensi pemerintah dalam mengevaluasi harga BBM ini dinilainya menciptakan ketidakjelasan pada publik."Memang menjadi tidak jelas. Sebenarnya jadi berapa kalkulasinya, menjadi tidak tahu," kata dia lagi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui, penurunan harga BBM jenis premium tidak berdampak besar. Sebab, penurunannya hanya Rp150 per liter. (kompas.com)

IKUTI KABAR TERHANGAT DARI KAMI DENGAN DOWNLOAD APLIKASI BERIKUT, GRATIS

Sumber Berita : Riaubook.com


Follow News : Riau | Kampar | Siak | Berita Riau
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Orang kritis pasti komentar !!!
Semoga Blog Bisnis Online ini bermanfaat, Silahkan sharing melalui komentar Blog Bisnis Online. Komentar SPAM mohon ma'af kami hapus...
Terima Kasih