» » » » Astaga, Puluhan Warga satu Dusun di Inhu Terkena Chikungunya

Astaga, Puluhan Warga satu Dusun di Inhu Terkena Chikungunya

Penulis By on Thursday, December 24, 2015 | No comments

Riau Book - Sebagian besar wilayah di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mengalami cuaca ekstrim akibat pergantian musim kemarau ke musim hujan. Kondisi itu mengakibatkan warga rentan terserang berbagai penyakit salah satunya chikungunya.

Penyakit demam chikungunya merupakan penyakit yang berjangkit pada suatu kawasan atau populasi (endemik) yang disebabkan oleh virus keluarga Togaviridae (genus alphavirus) dan ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk yang sama juga menularkan penyakit demam berdarah dengue. Meski masih "bersaudara" dengan demam berdarah, penyakit chikungunya tidak mematikan. Penyakit ini sedang mewabah di kabupaten Indragiri Hulu.

Di Inhu, dalam satu dusun saja sudah 54 kasus Chikungunya terjadi. Dusun tersebut adalah dusun Lubuk Tangguk desa Pasir Kemilu Kecamatan Rengat. Belum lagi daerah lainnya di Bumi Gerbang Sari ini, sehingga pihak dinas kesehatan mulai mensosialisasikan sakit yang memang gejalanya seperti demam biasa ini.

"Penyakit ini memang mudah secara sporadis menyebar ke masyarakat, apalagi jika tidak dilakukan pencegahan secepatnya. Seperti yang terjadi di Lubuk Tangguk, mereka mengira bahwa sakit yang mereka derita hanya demam biasa, sehingga lambat dilaporkan ke Puskesmas setempat, apalagi jika mereka hanya berobat ke dokter praktek yang terkadang tidak melanjutkannya ke Diskes," jelas Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Diskes Inhu, Evi Irma Yunita.

Dijelaskannya, gejala utama terkena penyakit chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan, karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa sakit pada tulang-tulang, ada yang menyebutnya sebagai demam tulang atau flu tulang. Gejala-gejalanya memang mirip dengan infeksi virus dengue dengan sedikit perbedaan pada hal-hal tertentu.

Menurut Irma. mengingat penyebar penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti maka cara terbaik untuk memutus rantai penularan adalah dengan memberantas nyamuk tersebut, sebagaimana sering disarankan dalam pemberantasan penyakit demam berdarah dengue. lnsektisida yang digunakan untuk membasmi nyamuk ini adalah dari golongan malation, sedangkan themopos untuk mematikan jentik-jentiknya.

Malation dipakai dengan cara pengasapan (fogging), bukan dengan menyemprotkan ke dinding. Hal ini karena Aedes aegypti tidak suka hinggap di dinding, melainkan pada benda-benda yang menggantung.



[caption id="attachment_243" align="alignleft" width="300"]Chikungunya Chikungunya[/caption]

Namun dikatakan Irma, pencegahan yang murah dan efektif untuk memberantas nyamuk ini adalah dengan cara menguras tempat penampungan air bersih, bak mandi, vas bunga dan sebagainya, paling tidak seminggu sekali, mengingat nyamuk tersebut berkembang biak dari telur sampai menjadi dewasa dalam kurun waktu 7-10 hari.

Irma menghimbau agar masyarakat dapat waspada terhadap penyakit menular yang terjadi di sekitar terutama yang disebabkan oleh nyamuk, apalagi yang biasa ke kebun agar menggunakan lotion anti nyamuk, karena nyamuk ini juga benyak berkembang biak pada perkebunan. (MC Riau)

IKUTI KABAR HOT DARI KAMI DENGAN DOWNLOAD APLIKASI BERIKUT, GRATIS

sumber : riaubook.com
Follow News : Riau | Kampar | Siak | Berita Riau

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Orang kritis pasti komentar !!!
Semoga Blog Bisnis Online ini bermanfaat, Silahkan sharing melalui komentar Blog Bisnis Online. Komentar SPAM mohon ma'af kami hapus...
Terima Kasih