» » .:: Pensucian Jiwa (Hati)

.:: Pensucian Jiwa (Hati)

Penulis By on Tuesday, February 17, 2015 | No comments

Hendaklah Anda menumpukan perhatian kepada hati dan bathin Anda. Rasulullah SAW telah bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan amalanmu, tetapi Dia melihat kepada hati dan niatmu.”

Karena itu, hendaklah Anda menyatukan ucapan dengan amalan, membenarkan amalan dengan niat dan keikhlashan, membenarkan niat dan keikhlashan dengan membersihkan bathin dan meluruskan hati, karena hal itu adalah asal dan sumber segala perkara.

Dalam hadits yang lain, Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah, bahwa dalam tubuh itu ada segumpal daging. Apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh itu, dan jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh itu. Camkanlah, itulah hati!

Karena itu, Anda wajib memperhatikan hati secara serius. Pusatkanlah segala perhatian untuk memperbaiki dan meluruskannya. Sebab, hati itu mudah sekali berubah dan senantiasa goncang. Marilah kita simak sabda Rasulullah SAW berikut ini: “Sesungguhnya hati itu lebih cepat berbolak-balik daripada makanan yang sedang direbus dalam periuk.”

Rasulullah SAW sering berdoa: “Wahai Yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku atas agama-Mu.”

Sabdanya lagi: “Sesungguhnya, hati itu terletak di antara dua jari-jari Tuhan. Apabila Dia berkehendak, diluruskan-Nya, dan jika Dia berkehendak, dibengkokkan-Nya.”

Allah menceritakan tentang munajat Nabi Ibrahim as:
“Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, (QS. Asy-Syu’ara: 87-89)

Hendaklah Anda sungguh berhati-hati, semoga Allah memberikan rahmat kepada Anda, sehingga Anda kelak menemui Allah dalam keadaan hati yang bersih dari syirik dan nifaq, suci dari bid’ah dan akhlaq yang keji seperti takabbur dan riya’, hasad dan tipu daya terhadap kaum Muslimin dan semisalnya. Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan bersabar, berusaha dan memperhatikan perkara-perkara ini.

Jangan lupa, ucapkan doa ini sebanyak-banyaknya:
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imron:)
Demikianlah Allah menyifatkan orang-orang yang teguh dan mendalam ilmunya dari hamba-hamba-Nya yang Mu’min.

(Habib Abdullah Al-Haddad, Nashaaihud Diiniyah wa Washoyal Iimaaniyah)


Sumber : Artikelislami

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Orang kritis pasti komentar !!!
Semoga Blog Bisnis Online ini bermanfaat, Silahkan sharing melalui komentar Blog Bisnis Online. Komentar SPAM mohon ma'af kami hapus...
Terima Kasih