Sedekah Dan Ragamnya

Penulis By on Sunday, November 02, 2014 | No comments

Salam Hangat Sahabat

Secara umum, makna sedekah meliputi seluruh amal kebajikan dan meninggalkan kemurkaan. Demikian itu dapat dilihat dari sabda Rasululallah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Dzar RA :
“Beberapa sahabat berkata kepada Rasulullah; “Ya Rasululllah, orang-orang kaya pergi dengan membawa pahala yang banyak. Mereka mengerjakan shalat sebagaimana yang kami kerjakan, mereka juga berpuasa sebagaimana yang kmi kerjakan, dan mereka juga dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka.” Nabi SAW bersabda; “Bukankah Allah telah menjadikan banyak hal yang dapat kalian sedekahkan? Sesungguhnya, setiap ucapan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan takbir adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adlah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, memerintahkan yang ma’ruf juga merupakan sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah, dan pada persetubuhan juga ada nilai sedekah.” Mereka bertanya; “Ya Rasulullah, apakah seseorang di antara kami yang menunaikan syahwatnya juga berpahala?” Rasulullah SAW menjawab; “Bagaimana pendapat kalian jika ia menempatkannya pada tempat yang haram, bukankah ia akan berdosa? Demikian juga jika ia meletakkannya pada suatu yang halal maka ia akan memperoleh pahala.” (HR. Muslim)

Rasulullah SAW juga bersabda :

“Setiap ruas tulang manusia harus bersedekah setiap hari selagi matahari terbit. Kamu mendamaikan dua orang yang berselisih adalah sedekah, menolong seseorang untuk menaiki kendaraannya atau menaikkan barang-barang ke atas kendaraannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang digunakan menuju shalat adalah sedekah, dan kamu menyingkirkan gangguan dari jalan juga sedekah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kedua hadits di atas menunjukkan adanya pintu-pintu sedekah yang sangat banyak. Setiap orang yang memperoleh pahala sedekah jika melakukan salah satu dan hal-hal yang diperincikan oleh Rasulullah SAW tersebut. Bahkan, dalam keterangan yang lain, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa berjumpa dengan sesama muslim dengan wajah ceria saja merupakan sedekah yang bernilai di sisi Allah SWT. Oleh sebab itu, sedekah dalam makna hal ini mencakup seluruh amal shaleh, baik yang zahir maupun yang bathin selama ada anjuran dari Rasulullah SAW dan diniatkan semata-mata karena mengharapkan ridha Allah SWT.

Selain itu, di dalam shahih Muslim disebutkan bahwa sendi-sendi manusia berjumlah tiga ratus enam puluh (Tsalatsu Mi’ah Wa sittun) buah. Sendi-sendi tersebut menghubungkan berbagai anggota tubuh, sehingga membuat bentuk tubuh menjadi indah dan mewujudkan kesatuan gerak. Di samping membutuhkan asupan gizi yang cukup, kesatuan gerak sendi ternyata membutuhkan energi rohani sehingga sendi-sendi yang banyak tersebut bergerak untuk beramal kebajikan dan mudah menghindar dari keburukan.

Lalu, sedekah itulah yang menjadi asupan gizi bagi sendi-sendi yang dibutuhkan oleh tubuh kita setiap hari.

Sebagaimana tersurat secara jelas dalam hadits di atas, setiap sendi membutuhkan sedekah sebagai konsumsinya. Sehingga kalau kita menganalogikan pada kebutuhan jasmani untuk gerakan fisik, maka ketika gizi dan vitamin makanan tidak mencukupi anggota tubuh menjadi malas untuk beraktivitas menyelesaikan tugas-tugas manusiawi. Demikian pula dengan kebutuhan dengan kebutuhan rohani, ketika sumber energinya tidak diberikan maka sendi-sendi tersebut akan malas untuk beramal kebajikan dan akan mudah dikendalikan oleh setan untuk melakukan berbagai kejahatan.

Namun demikian, sekalipun sebagian besar dari amalan di atas begitu ringan, tidak berarti setiap orang mampu untuk mengamalkannya dengan baik. Tidak semua orang mampu, apalagi istiqamah mengucapkan kalimat-kalimat thayyibah setiap hari. Tidak setiap orang menyiapkan diri untuk shalat berjemaah di masjid. Tidak setiap orang ringan beramal kebajikan. Oleh sebab itu, dibutuhkan keimanan dan kesadaran. Orang yang acuh tak acuh terhadap kepentingan umum akan membiarkan sebuah batu di tengah jalan, meskipun dia tahu batu tersebut dapat menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh.
Mungkin, Anda pernah melihat tumpukan pasir pembangunan rumah pribadi yang memakan setengah jalan umum. Pada siang hari, banyak kendaraan terhambat lewat jika berpapasan. Di malam hari, beberapa kendaraan terjatuh karenanya. Sementara, si pemilik dan si pemborong setali tiga uang, tidak begitu memedulikan persoalan umum. Paling-paling kalau ada kasus segera minta maaf dan membereskan setumpukan pasirnya tersebut.

Kita juga menyaksikan sekelompok orang yang alih-alih mendamaikan dua pihak yang bertikai, mereka justru memperparah konflik dan memanfaatkannyya untuk kepentingan pribadinya. Jadi, untuk beramal ringan sebagai sedekah harian bagi tubuh kita, tidak semudah membalikan telapak tangan.

 

Semoga Bermanfaat
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Orang kritis pasti komentar !!!
Semoga Blog Bisnis Online ini bermanfaat, Silahkan sharing melalui komentar Blog Bisnis Online. Komentar SPAM mohon ma'af kami hapus...
Terima Kasih